Good Manufacturing Practice

What is Good Manufacturing Practice in Indonesia

Good Manufacturing Practice merupakan sebuah konsep yang kerap kali diabaikan di berbagai dunia industri. Padahal kehadiran hal ini mampu memberikan dampak yang signifikan bagi sebuah perusahaan dan pelaku industri.

Lantas, apa pengertian dari Good Manufacturing Practice dan bagaimana cara menjalankannya? Berikut ulasan yang penting untuk disimak!

Pengertian Good Manufacturing Practice

Good Manufacturing Practice atau GMP adalah sebuah konsep manajemen yang berbentuk prosedur dan cara kerja untuk menghasilkan produk. Seluruh produk yang dihasilkan ini wajib memenuhi standar yang ada dengan tingkat perbedaan yang rendah.

Praktik GMP sendiri bisa diterapkan di berbagai bidang industri, termasuk manufaktur. Sayangnya, di industri manufaktur tidak mudah untuk menerapkan GMP karena adanya berbagai faktor dan indikator yang harus diperhatikan agar konsep ini bisa berjalan dengan optimal.

Indikator Good Manufacturing Practice

1. Bangun Komitmen di Antara Stakeholder

Hal mendasar yang harus diperhatikan sebelum mulai menerapkan GMP yakni membangun komitmen di antara seluruh stakeholder perusahaan, mulai dari pemilik, pemimpin, hingga karyawan. Pasalnya, kesuksesan sebuah proses menuntut kerja sama antara seluruh elemen sumber daya manusia perusahaan.

2. Bentuk Tim yang Solid

Setelah komitmen terbangun di antara seluruh elemen sumber daya manusia yang ada di perusahaan, maka langkah selanjutnya yang diperlukan adalah membentuk tim yang solid. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pembentukan tim yakni penanggung jawab yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin tim.

3. Tentukan Standar Referensi GMP

Tidak hanya membentuk tim yang solid, setiap perusahaan juga perlu menentukan standar referensi yang efektif dan sesuai. Setiap perusahaan jelas memiliki standar referensi yang berbeda-beda. Namun secara umum, standar referensi ini terkait beberapa hal seperti produksi, desain, fasilitas, jaminan, serta ruang penyimpanan produk.

4. Terapkan Indikator

Selain menentukan standar referensi GMP, perusahaan di berbagai bidang juga perlu menerapkan indikator-indikator yang efektif. Hal ini untuk mengurangi kesalahan-kesalahan fatal yang bisa saja terjadi. Selanjutnya, evaluasi terhadap kinerja penerapan GMP pun penting untuk dilakukan agar tidak muncul lagi kesalahan.

5. Bangun Kesadaran Individu

Terakhir, faktor yang penting untuk diperhatikan yaitu membangun kesadaran individu baik di level manajer, supervisor, hingga karyawan dan staf lainnya sehingga semua orang berkomitmen terhadap GMP. Hal ini dikarenakan oleh pentingnya menjaga konsistensi terhadap sebuah sistem yang telah diterapkan agar bisa terus berkelanjutan.

Demikian tadi beberapa informasi yang perlu diketahui mengenai Good Manufacturing Practice. Di Indonesia, salah satu lokasi strategis untuk menjalankan bisnis manufaktur dengan konsep GMP yakni di Karawang New Industry City (KNIC).

Pasalnya, kawasan yang terletak di Jawa Barat ini mengusung banyak kelebihan termasuk teknologi dan sistem yang terintegrasi kelas dunia sehingga kehadiran infrastruktur kelas dunia pun terlihat jelas di tempat ini. Perkembangan tren teknologi industri di kawasan ini terus diimplementasi sehingga tidak terjadi ketertinggalan bagi perusahaan-perusahaan yang ada.

Kehadiran KNIC tidak hanya bertujuan untuk mendukung kinerja sebuah perusahaan manufaktur, tapi juga hadir untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah serta menghadirkan Multiplier Effect yang berguna bagi perkembangan sosio-ekonomi di Karawang dan daerah-daerah di kawasan Jawa Barat.


Related Post

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Ganjil Genap dan One Way Mudik Lebaran 2022

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia Menjadi Basis Produksi Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi

Teknologi Jadi Kunci Optimalkan Industri Manufaktur di Tengah Pandemi